LAW ENFORCEMENT AGAINST TAX AVOIDANCE BY TAXPAYERS THROUGH INFLATING BUSINESS EXPENSES IN TAX RETURNS UNDER THE CORETAX SYSTEM

Authors

  • Daniel Budi Pratama Universitas Islam Batik Surakarta
  • Femmy Silaswaty Universitas Islam Batik Surakarta
  • Ismiyanto Universitas Islam Batik Surakarta

Keywords:

Tax Avoidance, Taxpayer,, Businness Expenses, Tax Return, Tax Crime

Abstract

Tax avoidance practices through the manipulation of business expenses in tax returns (SPT) constitute a crucial issue in modern taxation systems, particularly with the implementation of the coretax system. Several cases in Indonesia and various court rulings demonstrate that business expense manipulations have been adjudicated as criminal acts. These include manipulation through management fee items, fictitious invoices used as tax-deductible expenses, inflated transfer pricing to affiliated companies, as well as expenses derived from sham transactions. The purpose of this research is to determine the legal enforcement against tax avoidance carried out by taxpayers by inflating business expenses in their tax returns. This study employs a normative legal research method. The results indicate that not all tax avoidance efforts conducted by taxpayers by means of inflating business expenses automatically constitute a criminal offense, provided that it is carried out in a lawful, complete, accurate, and clear manner, supported by legitimate and valid transaction evidence. Therefore, this research implies that not all tax avoidance actions involving the inflation of business expenses are invariably subject to tax criminal penalties, unless executed to the contrary or performed unlawfully and without valid and accurate transaction evidence.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Afdal, N. A. Sinaga, and S. Sudarto. (2025). “Penegakan Hukum terhadap Wajib Pajak yang Melakukan Penyampaian Surat Pemberitahuan dan/atau Keterangan yang Isinya Tidak Benar atau Tidak Lengkap di Indonesia,” LITERATUS, vol. 7, no. 1, pp. 169–179, Apr. 2025, doi: 10.37010/lit.v7i1.1955.

A. Fakhry, (2024). “Pengawasan Dan Penegakan Hukum Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Perpajakan Di Indonesia,” Jurnal JURISTIC, vol. 4, no. 3, pp. 306–306, Jan. 2024, doi: 10.56444/jrs.v4i03.4748.

A. M. Zulfikar, Purwanto, and D. Amsari, (2026). “Eksistensi Dan Penerapan Coretax System Dalam Mendukung Kepatuhan Pelaporan Perpajakan Wajib Pajak Badan (Studi Pada PT Chi Chi Jaya Di Samarinda),” Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research). European Organization for Nuclear Research, Jan. 31, 2026. doi: 10.5281/zenodo.18951866.

A. Z. Pradhana and A. Nugrahanto, (2021). “Agresivitas Pelaporan Keuangan Dan Penghindaran Pajak,” Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), vol. 5, no. 2, pp. 90–101, Dec. 2021, doi: 10.31092/jpi.v5i2.1376.

C. N. Abigail and K. A. S. Wijaya, (2025). “Implementasi Sistem Coretax dalam digitalisasi sistem perpajakan Indonesia: Studi Kasus Bidang Keberatan, Banding, dan Pengurangan Kanwil DJP Jakarta Pusat,” Socio-political Communication and Policy Review, July 2025, doi: 10.61292/shkr.278.

D. Lesmana, D. Panjaitan, and M. Maimunah, (2018). “Tax Compliance Ditinjau dari Theory of Planned Behavior (TPB): Studi Empiris Pada Wajip Pajak Orang Pribadi dan Badan yang Terdaftar Pada KPP di Kota Palembang,” InFestasi, vol. 13, no. 2, pp. 354–354, Jan. 2018, doi: 10.21107/infestasi.v13i2.3514.

Gurusinga, L. B., & Chandra, W. (2022). Dampak penjualang, Biaya Produksi dan Pajak Penghasilan Terhadap Laba Bersih PerusahaanReal Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2021. JIMEA: Jurnal Ilmiah MEA( Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 6(3), pp.1961-1970.

G. N. Wala and R. Tesalonika, (2024). “Transformasi Administrasi Perpajakan Melalui Coretax: Analisis Hukum dan Akuntansi,” Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial, vol. 2, no. 4, pp. 149–158, Nov. 2024, doi: 10.38035/jkis.v2i4.1479.

H. A. Y. Sari, M. Makaryanawati, and F. M. Edwy, (2020). “Pengaruh Sosialisasi Pajak Terhadap Realisasi Penerimaan Pajak dengan Kepatuhan Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening,” Owner, vol. 4, no. 2, pp. 603–603, Aug. 2020, doi: 10.33395/owner.v4i2.289.

H. N. Ichwan, H. A. P. Maulidina, I. Nazhara, R. Melati, and S. F. WN. (2026). “Tinjauan Yuridis Pemeriksaan dan Penagihan Pajak di Indonesia sebagai Instrumen Penegakan Hukum Perpajakan,” Jurnal Cendekia Hukum Indonesia, vol. 2, no. 1, pp. 555–563, Feb. 2026, doi: 10.71417/jchi.v2i1.161.

J. M. Chandra, L. D. Anggraini, and V. Meiriasari, (2023). “Pengaruh Self Assessment System, Pemeriksaan Pajak, Dan Penagihan Pajak Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pada KPP Pratama Palembang Ilir Timur,” Jae (Jurnal Akuntansi Dan Ekonomi), vol. 8, no. 2, pp. 34–47, July 2023, doi: 10.29407/jae.v8i2.20020.

L. D. Arta and A. Alfasadun, (2022). “Pengaruh tarif pajak, pemahaman perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM Kota Pati,” Fair Value Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 12, pp. 5453–5461, July 2022, doi: 10.32670/fairvalue.v4i12.1999.

L. Judijanto, (2026). “Penegakan Hukum Pajak dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia,” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, vol. 5, no. 1, pp. 178–189, Feb. 2026, doi: 10.58812/jhhws.v5i01.3256.

Maria, A., Elim2, I., & Budiarso, N. S. (2018). Analisis Penerapan E-Faktur Dalam Prosedur Dan Pembuatan Faktur Pajak Dan Pelaporan Spt Masa Ppn Pada CV. Wastu Citra Pratama. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 13(3), 445–455.

M. A. A. Maliki. (2025). “Studi Literatur: Analisis Penerapan Aplikasi CoreTax dalam Sistem Perpajakan,” EKOMA Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi, vol. 4, no. 3, pp. 5132–5140, Mar. 2025, doi: 10.56799/ekoma.v4i3.6914.

M. Arum, L. Lamsah, and D. Fitrianingsih, (2019). “Dampak Implementasi Coretax System dalam Praktik Akuntansi Pajak dan Kepatuhan PPN di Indonesia,” RIGGS Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, vol. 4, no. 4, pp. 1013–1019, Nov. 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i4.3400.

M. Murlinus, (2023). “Membangun Kesadaran Dan Ketaatan Hukum Masyarakat Perspektif Law Enforcement,” Qawwam The Leader s Writing, vol. 4, no. 1, pp. 60–69, June 2023, doi: 10.32939/qawwam.v4i1.253.

M. N. Abdi, Arfandi, Syamsuddin, and E. Trisnawati, (2026). “Strategi Mitigasi Risiko Transisi Coretax System dalam Menjamin Kontinuitas Kepatuhan Perpajakan Studi Kasus pada PT BK,” Journal of Organizational Performance and Analysis, vol. 2, no. 1, Jan. 2026, doi: 10.64845/optimanus.v2i1.159.

Ningrum, D. K., Ispiyarso, B., & Pujiono. (2016). Kebijakan formulasi hukum pidana di bidang perpajakan sebagai upaya peningkatan penerimaan negara. Law Reform, 12(2), 209–221.

N.A. Sari. (2022). “Pengaruh Insentif Pajak, Account Representative Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Self Assessment System Sebagai Pemoderasi,” MAKSIMUM, vol. 12, no. 2, pp. 134–134, Sept. 2022, doi: 10.26714/mki.12.2.2022.134-142.

Nor’Aini, D. F., & Rakhmawati, I. (2024). Analisis Faktor Penyebab Pembatalan dan Penggantian Faktur Pajak ( Studi Kasus Kantor Konsultan Pajak ASP ). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 16(1), 32–39.

N. P. A. I. Yuni and P. E. Setiawan, (2019). “Pengaruh Corporate Governance dan Profitabilitas terhadap Penghindaran Pajak dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Pemoderasi,” E-Jurnal Akuntansi, vol. 29, no. 1, pp. 128–128, Oct. 2019, doi: 10.24843/eja.2019.v29.i01.p09.

N. W. L. Apriani, (2025). “Tax avoidence: Pengaruh transfer pricing, profitabilitas dan leverage di perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI,” RIGGS Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, vol. 4, no. 3, pp. 3817–3825, Aug. 2025, doi: 10.31004/riggs.v4i3.2566.

N. W. Yantiari and G. W. Yasa, (2023). “Manajemen Laba pada Perusahaan yang Melakukan Agresivitas Pajak,” E-Jurnal Akuntansi , vol. 33, no. 1, p. 45, Jan. 2023, doi: 10.24843/eja.2023.v33.i01.p04.

P. Supini, A. R. P. Gandakusumah, Z. N. Auliya, and M. F. Sitorus, (2026). “Penerapan Sistem Coretax pada Penegakan Hukum Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Serang Barat,” Ethos and Pragmatic Law Review, vol. 2, no. 1, pp. 42–65, Feb. 2026, doi: 10.69836/ethos.v2i1.167.

R. Aristiyanto and I. Khoiri, (2025). “Tantangan dan Solusi Dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan Modern dan Transparan di Era Digital,” JURNAL ECONOMINA, vol. 4, no. 10, pp. 340–347, Oct. 2025, doi: 10.55681/economina.v4i10.1769.

S. L. Sulistyowatie and R. W. Pahlevi, (2018). “Penerapan Good Corporate Governance, Whistleblowing System Dan Risiko Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Kabupaten Sleman,” Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 152–160, Oct. 2018, doi: 10.23917/reaksi.v3i2.6743.

S. Munawar, “Kebijakan Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Perjudian,” Widya Pranata Hukum Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum, vol. 1, no. 1, pp. 1–18, Feb. 2019, doi: 10.37631/widyapranata.v1i1.253.

S. Susanto. (2022). “Urgensi Pengaturan Tax Avoidance dalam Peraturan Perpajakan di Indonesia,” El-Dusturie, vol. 1, no. 2, Dec. 2022, doi: 10.21154/eldusturie.v1i2.5129.

V. K. Anggraeni and T. O. Lenggono, (2021). “Pengaruh Implementasi Pp No 23 Tahun 2018, Pemahaman Perpajakan, Dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Umkm,” Jurnal Akuntansi Transparansi dan Akuntabilitas, vol. 9, no. 1, pp. 96–108, Mar. 2021, doi: 10.35508/jak.v9i1.3993.

W. Khusniah, Z. R. Merbaka, I. Pahala, and P. Wahono. (2025). “The Role of Digital Coretax Technology in Enhancing Corporate Income Tax Compliance,” TOFEDU The Future of Education Journal, vol. 4, no. 6, pp. 1514–1521, June 2025, doi: 10.61445/tofedu.v4i6.584.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Daniel Budi Pratama, Femmy Silaswaty, & Ismiyanto. (2026). LAW ENFORCEMENT AGAINST TAX AVOIDANCE BY TAXPAYERS THROUGH INFLATING BUSINESS EXPENSES IN TAX RETURNS UNDER THE CORETAX SYSTEM. Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy, 4(3), 1553–1560. Retrieved from https://jishup.org/index.php/ojs/article/view/338

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.