CHILD GROOMING CRIMINAL REGULATIONS IN THE NATIONAL CRIMINAL CODE
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.21458214Keywords:
Child Grooming, National Criminal Code, Article 417, Criminal Offense, Child ProtectionAbstract
The development of information technology has transformed patterns of social interaction and digital communication, leading to the emergence of various forms of sexual crimes against children, one of which is child grooming. This crime is committed through a process of approaching, psychologically manipulating, and building trust with a child for sexual exploitation. This study aims to analyze the regulation of the criminal offense of child grooming under the national Criminal Code (KUHP) and to examine the limitations of its legal framework. This research is a normative legal study employing both statutory and conceptual approaches. The legal materials used consist of primary, secondary, and tertiary sources, which are analyzed qualitatively. The findings indicate that child grooming has not yet been explicitly regulated as a distinct criminal offense under the national Criminal Code. However, in substance, it has been implicitly accommodated through Article 417, which regulates acts of giving or promising gifts, abusing authority or influence, and deceiving a child for sexual purposes. The study also finds that this regulation remains limited because Article 417 is constructed as a material offense, does not fully address the characteristics of digital-based child grooming, and fails to accommodate the process of psychological manipulation at the initial stage before sexual exploitation occurs. Therefore, a more adaptive reform of criminal law is required to provide legal certainty regarding the criminal offense of child entrustment.
Downloads
References
Buku
Fakultas Hukum Institut Andi Sapada. (2024). Pedoman Penulisan Skripsi Dan Penyeleggaraan Ujian Akhir Program Sarjana. Parepare: Institut Andi Sapada.
Herman, B., & Rasyid, M. F. F. (2024). Kebijakan hukum pidana di Indonesia (I. R. Saputra, Ed.) (cetakan pertama). Makassar: Mitra Ilmu.
Rasyid, M. F. F., Herman, B., & Saputra, I. R. (2024). Hukum pidana modern (tantangan & solusi di era digital). (M. A. F. Syahril, Ed.). Makassar: Mitra Ilmu.
Satory, A., Febrianty, Y., Astuti, W. R. B., & Pradana, A. F. K. (2024). Metode penelitian hukum (cetakan pertama). Klaten: Tahta Media.
Suardi, & Herman, B. (2023). Perlindungan anak “perspektif hukum.” (Cetakan pertama). Makassar: Mitra Ilmu.
Widowati. (2024). Hukum Pidana Anak Indonesia. PT Media Penerbit Indonesia,
Artikel Jurnal
Al Aziz, A. C., Susamto, B., & Hamdan, A. (2026). Perlindungan Hukum Bagi Korban Child Grooming: Pendekatan Hukum Responsif Di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7), 1-42.
Debby Syan Rahma Siwi, L. R. R. (2025). Pemahaman Anak Terhadap Isu Child Grooming. Undip Electronic Journal System (UEJS), 13(1), 1-14.
FR, M. F. M., Rahman, M. S., Asba, P., & Darwis, M. (2024). Kajian yuridis multidimensi: Mengatasi tantangan eksploitasi anak dan mengembangkan solusi hukum adaptif. Jurnal Litigasi Amsir (Special Issue), 9–18.
Handoko, D., & Widowaty, Y. (2022). Analisis perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kejahatan kekerasan seksual. Media of Law and Sharia, 4(1), 14–33.
Harefa, K. G., & Dewanto, W. A. (2026). Child Grooming as Sexual Violence in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial & Hukum (4)(1), 5803–5809.
Lubis, A., Syujahadi, N., Raditya, D., & Ritonga, P. (2026). Menutup celah hukum : urgensi penambahan aturan tentang child grooming dalam undang-undang perlindungan anak. Journal Transformation of Mandalika 7(1), 30–41.
Maulana & Ibrahim, M. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Korban Child Grooming: Pendekatan Hukum Responsif Di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis 6(7), 1–42.
Putri, K. A. M. A., & Sugama, I. D. G. D. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Child Grooming Daring Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia: Analisis Berdasarkan Teori Viktimologi. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11).
Rachmawati, I., Listyaningrum, I., Waysang, J. M., Suratiningsih, D., & Sari, A. R. (2023). Edukasi bagi anak dalam upaya preventif tindak kejahatan seksual dengan modus child grooming. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 332-339.
Septiarahmadani, S., & Nur, H. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Child Grooming di Indonesia : Problematika dan Kesenjangan Aturan. Journal Riset Anak Bangsa 1, 304–315.
Trixie Fellicia Lubis, Muhammad Sabir Rahman, Ardiyanti Aris, Muh. Akbar Fhad Syahril, B. T. (2026). Implikasi Kegagalan Diversi Terhadap Penjatuhan Pidana Penjara Dan Pelatihan Kerja Pada Anak (Studi Kasus Putusan NO.1/PID.SUS-ANAK/2025/PN.PRE). Jurnal Hukum, 06(06),1881-1889.
Yudha, M., Purwanda, S., Amir, A., Kairuddin, K., Syahril, M. A. F., Samiruddin, S., & Latif, A. (2025). Perlindungan hukum bagi korban penggunaan deepfake dalam kejahatan pornografi. Indonesian Journal of Sharia and Law, 2(1), 25–37.
Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Febiana, A. (2024). Penegakan hukum terhadap tindak pidana child grooming di wilayah Depok dalam perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Diakses dari uinjkt.ac.id.
Website
Akbar Ridwan. Ada 2,3 ribu kasus kekerasan gender online di Indonesia sepanjang 2025. Databoks. Diakses pada 07 Mei 2026 https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/6997e95edf081/ada-23-ribu-kasus-kekerasan-gender-online-di-indonesia-sepanjang-2025.
Lilis Suryani. "Ketika Negara Tidak Seragam Menentukan Siapa Yang Disebut Anak”. Akar Berita.com, diakses pada 07 juni 2026. https://akarberita.com/ketika-negara-tidak-seragam-menentukan-siapa-yang-disebut-anak/
Sarah Shabrina. APPJI Rilis Data Terbaru 2025: Pengguna Internet di Indonesia Capai 299 Juta Jiwa. Teknologi.id. Diakses 07 Mei 2026. https://teknologi.id/tekno/apjii-rilis-data-terbaru-2025-pengguna-internet-di-indonesia-capai-229-juta-jiwa.
Undang-Undang, Hukum dan Peraturan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.







